Minggu, 30 Maret 2014

Ereader Ponsel Java : alternatif lain

0. Mukodimah


Sepertinya animo mencari 'alat' untuk membaca pada ponsel cukup besar, setidaknya tren pada blog ini. Karena itu saya mencoba menuliskan percobaan tool lain. Ponsel yang saya gunakan masih sama yaitu nokia java 3120c, sudah jadul banget ya.


1. Alat tersebut adalah...


Bernama Mobipocket, sebelumnya saya sudah mencoba dengan Nokia symbian jadul. Saking jadulnya sampai lupa serinya, pokonya layarnya kira - kira sebesar 7610. Dan hasilnya sukses.

Mobipocket ini terbagi dua, yakni reader dan creator. Mobipocket creator merupakan aplikasi PC yang digunakan untuk membuat / mengkonversi dokumen agar bisa dibaca dengan readernya.

Mobipocket reader ini tersedia pada bermacam - platform misalnya desktop, symbian dst ( silahkan cek di situsnya ). Selain itu terdapat versi java, sayangnya versi ini sepertinya tidak dilanjutkan pengembanganya, bahkan saya selalu gagal untuk mengunduhnya.


2. Test


Dalam melakuan test ini saya membagi dua langkah utama 

2.1. Menyiapkan file yg akan dibaca
2.2 Mencoba mobipocket ereader

Pertama, saya sudah memiliki sebiah file berformat .mobi yang saya unduh dari situs antah berantah, saya lupa dari mana :). Kedua dengen membuat sendiri file .prc menggunakan moipocket creator.

Kebetulan saudara saya memiliki beberapa bse ( buku sekolah elektronik ) yang berupa pdf. Dan saya menggunakan file ini dan meng-convert-nya.

Kedua, instalasi pada ponsel seperi biasa saja, yakni file jar. Menurut pengamatan saya, si mobipocket ini akan membuat sebuah folder bernama "ebooks". Pada kasus saya di kartu memori. Nah, tinggal mengisi folder ini dengan ebook yang sudah dipersiapkan sebelumnya.

Dan berikut skrinsutnya






3. Catatan


File pdf yang cocok untuk dikonversi ke .prc ini adalah pdf yang mengandung teks atau tidak memiliki banyak gambar. Seringkali kita menjumpai sebuah ebook pdf yang merupakan hasil scan dan menurut saya ini kurang cocok untuk jadi bahan konversian. Cara mengeceknya mudah saja, klo teksnya bisa dicopy paste ke notepad  ms word dll berarti pdf tersebut berjenis teks.

Saya sudah membuatkan mobipocket creatornya menjadi portable. Di test pada win 7 dan XP berjalan mulus.

Link :

http://goo.gl/qw8SjN


Kamis, 12 Desember 2013

Align pada GIMP

0. Mukodimah


fitur "align" mungkin sering disepelekan dan terlewatkan untuk dipelajari dan saat dibutuhkan baru kening mengernyit.

Itu sih terjadi pada saya :) karena itu saya akan menulisnya disini sebagai catatan pengingat. Walau demikian mungkin berguna juga bagi anda yang kebetulan nyasar ke artikel ini.

1. Praktek


Ini merupakan kasus sederhana dan hanya mewakili sedikit fitur ini.



Saya memiliki sebuah image atau object pada sebuah kanvas yang berukuran eksak 2 kali lipatnya. Bisa dilihat bahwa image / object saya terletak di pojok kanan atas kanvas. Dan saya berencana untuk mengisi seluruh kanvas tersebut dengan object yang sudah ada.



Kemudian duplikat layer satu kali kemudian klik menu layer > autocrop layer.
Langkah autocrop layer ini bisa saja diabaikan, tetapi saya tetap melakukanya untuk memastikan ukuran object tersebut. Jika meminjam istilah Inkscape, yaitu untuk memastikan "bouding box"-nya.

Kemudian duplikat layer kedua tadi sebanyak 2 buah lagi, karena saya memerlukan 4 buah object untuk memenuhi kavas tersebut. Selanjutnya klik menu Align tool ( lihat ikon yg ditunjuk panah biru pada gambar diatas ).



Seperti pada Inkscape, langkah selanjutnya adalah menentukan referensi aligning. Saya memilih image sebagai referensi. Image bisa saya artikan sebagai kanvas yang pertama tadi sudah saya siapkan.



Untuk mengaktifkan tombol - tombol di bawahnya, klik pada object yang akan di sejajarkan. Sehingga muncul tanda kotak kecil pada tiap sudut "bounding box" -nya. Nah kemudian klik pada tompil tombol aligning nya.

Hasil akhirnya kira - kira seperti ilustrasi dibawah ini.



2. Akhir kata


Anda yg sudah terbiasa dengan Gimp mungkin akan berpendapat, bahwa hal itu mudah saja dengan menu map > tile, toh hasilnya juga sama.

Pertama, yang diinginkan adalah perjalan prosesnya, yaitu proses aligning. Kedua, sedikit pebedaanya adalah dengan cara ini maka ukuran resolution-nya akan tetap seperti aslinya sedangkan dengan menu tile hasilnya otomatis akan menjadi 72 ppi. Ini hanya pendapat saya, jika salah tolong dibetulkan.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...